CARA MENGOBATI MATA KATARAK SECARA ALAMI, EFEKTIF DAN TANPA EFEK SAMPING
Selain menyebabkan para penderitanya mengalami beberapa gejala seperti penglihatan berkabut, kabur dan meningkatnya kesulitan melihat pada malam hari, ternyata katarak juga memiliki komplikasi lainnya salah satunya ialah kebutaan.
Katarak diketahui menjadi penyumbang kurang lebih 50% kebutaan di Indonesia. Diperkirakan juga, setiap tahun kasus batu buta karena katarak bertambah besar 0,1% dari total jumlah penduduk di Indonesia. Namun tentunya ini bukanlah hal pasti bahwa seseorang yang menderita katarak dapat langsung mengalami kebutaan.
Ada beberapa komplikasi katarak umum yang dapat Anda ketahui sebelum penyakit mata katarak ini benar-benar menyebabkan kehilangan penglihatan pada setiap penderitanya. Komplikasi katarak yang sering adalah glaukoma yang dapat terjadi karena proses fakolitik, fakotopik, fakotoksik :
1. Fakolitik
- Pada lensa yang keruh terdapat kerusakan maka substansi lensa akan keluar yang akan menumpuk di sudut kamera okuli anterior terutama bagian kapsul lensa.
- Dengan keluarnya substansi lensa maka pada kamera okuli anterior akan bertumpuk pula serbukan fagosit atau makrofag yang berfungsi merabsorbsi substansi lensa tersebut.
- Tumpukan akan menutup sudut kamera okuli anterior sehingga timbul glaukoma.
2. Fakotopik
Berdasarkan posisi lensa oleh karena proses intumesensi, iris, terdorong ke depan sudut kamera okuli anterior menjadi sempit sehingga aliran humor aqueaous tidak lancar sedangkan produksi berjalan terus, akibatnya tekanan intraokuler akan meningkat dan timbul glaukoma.
3. Fakotoksik
- Substansi lensa di kamera okuli anterior merupakan zat toksik bagi mata sendiri (auto toksik).
- Terjadi reaksi antigen-antibodi sehingga timbul uveitis, yang kemudian akan menjadi glaukoma.
Komplikasi dari katarak yang dibiarkan memang tidak sedikit. Di antaranya bisa menjadi glaukoma seperti yang telah kami singgung diatas, selain itu juga bisa timbul cairan toksin yang dapat menyerang syaraf mata. Efek paling menakutkan dari katarak adalah kebutaan hingga penderitanya hanya dapat merasakan persepsi cahaya. #Cara Mengobati Mata Katarak Secara Alami, Efektif Dan Tanpa Efek Samping
Sekilas Informasi Mengenai Penyakit Mata Katarak
Katarak merupakan penyakit yang banyak terjadi pada orang lanjut usia. Laki-laki dan perempuan bisa terkena penyakit mata katarak. Katarak adalah penyakit yang menyerang organ mata dan bisa terjadi pada salah satu mata atau dua mata sekaligus. Pada umumnya mata yang sehat memiliki bagian lensa normal yang bisa menjadi masuknya cahaya hingga ke bagian belakang mata. Tapi kondisi ini tidak bisa terjadi untuk penderita katarak.
Penderita katarak akan memiliki bagian lensa yang lebih buram, sehingga tidak semua cahaya luar bisa masuk ke bagian belakang mata. Hal inilah yang menyebabkan pandangan mata menjadi kabur dan akan semakin parah bila tidak diobati.
Katarak biasanya terjadi karena faktor umur dan banyak terjadi pada orang lanjut usia. Tapi ada jenis katarak tertentu yang bisa terjadi pada anak-anak. Berikut ini 2 jenis katarak yang perlu dipahami :
Apakah mata yang terkena katarak bisa dilihat secara langsung? Pada awalnya mata yang terkena katarak akan terlihat seperti mata normal yang sehat. Namun ketika beberapa lapisan putih sudah muncul, maka katarak akan lebih terlihat. Lapisan-lapisan putih yang terus menumpuk pada bagian mata akan menyebabkan katarak.
Hingga saat ini, alasan dibalik proses penuaan yang dapat berujung pada perubahan protein di lensa mata belum diketahui. Meski demikian, ada beberapa faktor lain yang akan mempertinggi risiko Anda terkena katarak. Di antaranya adalah :
Katarak adalah penyebab utama kebutaan di dunia. Katarak juga dapat terjadi pada bayi dan anak-anak (katarak anak-anak), meski kemungkinannya sangat kecil. Penyakit ini umumnya ditemukan pada orang-orang lanjut usia dan dikenal sebagai katarak manula.
Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 210.000 penderita baru yang muncul setiap tahun. Dan lebih dari 50% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak.
Katarak tidak menyebabkan rasa sakit atau iritasi. Penderita biasanya akan mengalami penglihatan yang samar-samar dan berkabut. Kemudian akan muncul bintik atau bercak saat penglihatannya kurang jelas. Kondisi ini juga dapat memengaruhi pandangan Anda dengan cara-cara seperti:
Konsultasikanlah dengan optisien (ahli lensa kacamata) jika terdapat perubahan mendadak pada penglihatan Anda. Optisien akan memeriksa mata dengan oftalmoskop. Alat ini akan memperjelas tampilan mata dan mengeluarkan cahaya terang sehingga optisien dapat melihat bagian dalam mata, termasuk kondisi lensa mata Anda.
Jika terdapat katarak, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang dapat memberikan diagnosis dan merencanakan proses pengobatan Anda.
Penderita katarak akan memiliki bagian lensa yang lebih buram, sehingga tidak semua cahaya luar bisa masuk ke bagian belakang mata. Hal inilah yang menyebabkan pandangan mata menjadi kabur dan akan semakin parah bila tidak diobati.
Katarak biasanya terjadi karena faktor umur dan banyak terjadi pada orang lanjut usia. Tapi ada jenis katarak tertentu yang bisa terjadi pada anak-anak. Berikut ini 2 jenis katarak yang perlu dipahami :
- Katarak Kongenital - Katarak Kongenital biasanya terjadi pada bayi setelah lahir atau sesaat setelah lahir. Kondisi ini juga bisa berkembang untuk anak-anak hingga remaja. Gejala katarak ini disebabkan karena ada kelainan kromosom dari orang tua yang menyebabkan katarak kecil yang berkembang menjadi lebih luas.
- Katarak pada Usia Lanjut - Katarak ini akan menyebabkan orang yang lebih tua tidak bisa melihat dengan jelas. Pada awalnya penderita katarak masih bisa melihat dengan bantuan kacamata dan cahaya yang lebih terang. Namun pada tahap yang lebih lanjut maka katarak bisa berkembang lebih cepat dan menyebabkan gangguan penglihatan parah.
Apakah mata yang terkena katarak bisa dilihat secara langsung? Pada awalnya mata yang terkena katarak akan terlihat seperti mata normal yang sehat. Namun ketika beberapa lapisan putih sudah muncul, maka katarak akan lebih terlihat. Lapisan-lapisan putih yang terus menumpuk pada bagian mata akan menyebabkan katarak.
Penyebab dan Faktor Risiko Katarak
Penyebab katarak belum diketahui secara pasti. Seiring bertambnya usia, protein yang membentuk lensa mata akan berubah, termasuk kandungan airnya. Inilah yang memungkinkan lensa mata yang tadinya bening, berubah menjadi keruh.Hingga saat ini, alasan dibalik proses penuaan yang dapat berujung pada perubahan protein di lensa mata belum diketahui. Meski demikian, ada beberapa faktor lain yang akan mempertinggi risiko Anda terkena katarak. Di antaranya adalah :
- Mata yang terpajan sinar matahari untuk waktu yang lama.
- Penyakit-penyakit tertentu, misalnya diabetes atau peradangan pada bagian tengah mata (uveitis) jangka panjang.
- Konsumsi obat kortikosteroid berdosis tinggi untuk waktu lama.
- Pernah menjalani operasi mata.
- Pernah mengalami cedera pada mata.
- Memiliki riwayat katarak dalam keluarga.
- Pola makan yang tidak sehat dan kekurangan vitamin.
- Konsumsi minuman keras dalam jumlah banyak secara rutin.
- Merokok.
Katarak adalah penyebab utama kebutaan di dunia. Katarak juga dapat terjadi pada bayi dan anak-anak (katarak anak-anak), meski kemungkinannya sangat kecil. Penyakit ini umumnya ditemukan pada orang-orang lanjut usia dan dikenal sebagai katarak manula.
Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 210.000 penderita baru yang muncul setiap tahun. Dan lebih dari 50% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak.
Gejala-gejala Katarak yang Mungkin Dialami
Katarak umumnya menyerang kedua mata penderita dengan tingkat keparahan yang mungkin berbeda-beda dan tidak bersamaan. Penyakit ini dapat berkembang selama bertahun-tahun dan tanpa terasa oleh penderitanya.Katarak tidak menyebabkan rasa sakit atau iritasi. Penderita biasanya akan mengalami penglihatan yang samar-samar dan berkabut. Kemudian akan muncul bintik atau bercak saat penglihatannya kurang jelas. Kondisi ini juga dapat memengaruhi pandangan Anda dengan cara-cara seperti:
- Mata yang sensitif ketika terkena cahaya menyilaukan.
- Sulit melihat saat cahaya remang-remang (terutama pada malam hari) atau sangat terang.
- Semua menjadi terlihat ganda.
- Semua terlihat seperti memiliki semburat kuning atau cokelat.
- Ukuran lensa kacamata yang sering berubah.
- Di sekeliling cahaya terang (misalnya, lampu mobil atau lampu jalan) seperti ada lingkaran cahaya.
- Warna yang terlihat memudar atau menjadi tidak jelas.
Konsultasikanlah dengan optisien (ahli lensa kacamata) jika terdapat perubahan mendadak pada penglihatan Anda. Optisien akan memeriksa mata dengan oftalmoskop. Alat ini akan memperjelas tampilan mata dan mengeluarkan cahaya terang sehingga optisien dapat melihat bagian dalam mata, termasuk kondisi lensa mata Anda.
Jika terdapat katarak, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata yang dapat memberikan diagnosis dan merencanakan proses pengobatan Anda.
Pengobatan Mata Katarak Dengan Jalan Operasi
Dalam operasi katarak, lensa di dalam mata Anda yang telah berawan dihapus dan diganti dengan lensa buatan yang disebut lensa intraokuler, atau IOL yang bertujuan untuk mengembalikan penglihatan yang tadinya tidak jelas.
Prosedur yang paling umum digunakan untuk menghilangkan katarak disebut fakoemulsifikasi. Sebuah sayatan kecil dibuat di sisi kornea (bagian depan mata Anda), di mana Anda MD Eye menyisipkan instrumen kecil yang menggunakan ultrasound frekuensi tinggi untuk memecah pusat lensa berawan.Sampai saat ini operasi katarak menjadi yang paling efektif (dengan lebih dari 90% tingkat keberhasilan). Tetapi, seperti operasi lainnya, operasi katarak juga mempunyai beberapa risiko dan risiko yang paling umum adalah infeksi dan pendarahan.
Di bawah ini merupakan beberapa risiko potensial operasi katarak dan komplikasinya :
- Infeksi, Walaupun jenis risiko operasi katarak ini tidak umum, tetapi masih dapat terjadi karena kelalaian dalam teknik sterilisasi.
- Pendarahan, Tidak umum namun dapat terjadi dan kadangkala ini disebabkan karena penempatan pengirisan pada area kornea mata.
- Astigmatisme, Astigmatisme dapat terjadi setelah operasi katarak, tetapi ini dapat diobati dengan lensa koreksi dan tidak mempengaruhi pengelihatan.
- Pembengkakkan Kornea, Disebabkan oleh respon dari mata ketika alat operasi dimasukkan kedalamnya. Biasanya tidak diketahui hingga beberapa jam setelah operasi dan dapat menyebabkan pengelihatan kabur.
- Glaukoma, Pertumbuhan glaukoma merupakan satu dari risiko potensial operasi katarak. Ini disebabkan karena sebagian dari cairan yang digunakan selama operasi tidak melewati sistem pengeringan alami mata sehingga menyebabkan tekanan di dalam mata yang ditandai dengan sakit kepala atau rasa sakit tajam di area mata. Tekanan ini dapat diredakan melalui pengobatan.
- Ablasio Retina (Retinal Detachment), Seseorang yang melakukan operasi katarak meningkatkan risikonya untuk menderita Ablasio Retina dan orang yang melakukan prosedur operasi laser setelah operasi katarak untuk mengobati jarak penglihatan lensanya akan mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita detasemen retina.
Tidak hanya itu, di beberapa rumah sakit di Indonesia biaya operasi katarak berkisar antara 10 juta rupiah hingga 30 juta rupiah. Tarif ini merupakan tindakan operasi 1 mata dan belum termasuk biaya pemeriksaan awal. Sedangkan kisaran biaya operasi katarak di Malaysia sebesar Rp. 10.000.000
Sayangnya, sampai saat ini masyarakat masih menganggap bahwa operasi katarak adalah cara yang paling baik untuk menyembuhkan mata katarak, walaupun disadari ataupun tanpa disadari bahwa terdapat efek samping berbahaya setelah operasi. Selain itu juga, operasi katarak tidak menjamin 100 % akan mengobati penyakit mata katarak. Bisa saja terjadi kebutaan yang lebih permanen, jika prosedur operasi bedahnya tidak sesuai.
semoga bisa bermanfaat....


Komentar
Posting Komentar